Langkah kaki ku terdengar
cukup bising. Aku terpaksa berlari karna kebiasaan jelekku terulang lagi, hari
pertama Orientasi ku harus ternodai karena aku lupa menyalakan jam alarm-ku
sebelum tidur semalam. Uhhh .. aku seperti gadis tolol yang sedang kebingungan
mencari ruang kelas ku. Aku masih terburu-buru mencari namaku dipapan
pengumuman . KETEMUU ! aku menemukan namaku didepan jendela ruang I , akupun
langsung masuk dan mencari tempat duduk.
‘ untung , masih keburu ! ’ gumamku dalam hati, aku
melihat sekeliling ruang kelas yang sedikit bersih ini. Aku memandangi
sudut-sudutnya yang dihiasi oleh sawang yang cukup tebal. Ruang ini seperti
ruangan untuk narapidana yang tersangkut kasus berat. Huhhh !! aku tidak
menemukan hal yang menarik dalam ruangan ini , semua terlihat menjengkelkann !
*Kelas-ku tampak seperti gudang , anak-anak yang
belum aku kenal yang kebetulan sekelas dengan ku masih asik dengan kesibukan
mereka masing-masing. Semua orang yang berada dikelas ini terlihat sangat menggelikan
, termasuk aku. Kami berdandan seperti orang gila dan kamipun harus menggunakan
nama aneh yang diberikan oleh kakak angkatan kami .
‘ ASTAGA !! ‘
aku kaget , aku lupa membawa teks namaku. Aku mulai panik.
‘ bagaimana ini ? ‘ aku bertanya dalam hati, huh ..
sangking terburu-buru tadi sampai aku lupa membawa namaku yang ku letakkan
diatas meja belajar ku semalam. Sementara aku masih ketakutan tiba-tiba
kegaduhan dikelas lenyap. Kakak angkatan kami masuk.
‘ Matilah aku . bagaimana ini ? ‘ keringat ku
mengucur , aku tegang sekali. Bagaimana jika kakak itu menanyakan namaku ?
bagaimana aku harus mengelak dari pertanyaan-pertanyannya yang mungkin akan
membuat ku sangat gugup ? haduuhh , matii akuuuu !
aku terus mencoba
mengalih dari kakak itu. Memang mukanya tidak seperti penjagal , tapi tetap
saja aku masih merasa kakak tersebut akan membunuhku jika ia tahu kalau aku
tidak membawa barang untuk keperluan Orientasi-ku. Aku terus merunduk dan
pura-pura tidak tahu kalau ada kakak angkatan yang sedang mengawasi
satu-persatu adik kelas nya.
‘ kamu. ‘ orang tersebut membuka mulutnya,
telunjuknya yang panjang seperti tiang listrik diarahkan padaku, dengan muka
sedikit merah ia berjalan ke arahku. Seluruh anak mengalihkan perhatian mereka
padaku.
‘ mana , nama kamu ? ‘ tanyanya sedikit bingung.
‘ annuuuu .. ketinnggggalan kaaa. ‘ jawabku dengan
nada ketakutan.
‘ ketinggalan ? mana toleran buat adik kelas yang
ngga disiplin kaya kamu , masih pake baju SMP aja udah mulai betingkah ! saya gak mau tahu , kamu ambil
nama kamu dalam waktu 25 detik atau kamu , saya
jemur dihalaman sekolah. ‘.
Hah ? aku menganga. Mana
mungkin dalam waktu 25 detik aku bisa sampai dirumah. Apa kakak ini gila ? atau
dia ngga punya otak ? masa iya aku harus sampai dirumah dan membawa nama ku
kembali kesekolah dalam waktu yang kurang dari 30detik itu. Dasar gila .
‘ hehh ! ‘ ia memukul meja.
‘ iia ka , tapi mana bisa saya sampai rumah kalau
waktu yang kakak kasih cuma segitu ? ‘
‘ saya gak mau tahu . itu urusan kamu , kalau gak
sekarang kamu jemur badan kamu yang putih ini diluar , biar mutung sekalian ! ‘
katanya dengan nada agak keras, suaranya yang seperti suara gemuruh itu
membuatku beranjak dari tempat duduk ku dan berjalan menuju lapangan. Ugghhh
...
Aku merasa sangat bodoh.
Orientasi yang ku kira mengasikkan gagal total karena keteledoran ku. Sangat
bodoh
Belum lima
belas menit aku berjemur, monster ganas itu maksud ku kakak itu menghampiriku
dan memandangi wajahku , lalu ia tersenyum. Aku tak tahu makna dari senyumannya
itu , ia terlihat sangat menjengkelkan. Tiba-tiba ia mengeluarkan suaranya.
‘ besok jangan sampai lupa lagi ya dek ! ‘ astaga .
kenapa dengan kakak ini ? ia menjadi sangat ramah dan tidak terlihat seperti
hantu.
‘ ahh . iiyya. ‘ jawabku.
*Istirahat datang, aku tidak mau beranjak dari tempat
dudukku. Aku masih malu karena kejadian
tadi pagi. Kalau saja aku tidak lupa mungkin saja kekacauan ini tidak ada dalam
catatan orientasi ku. Mungkin besok aku harus bangun pukul 01.00 malam agar
tidak kesiangan seperti hari ini.
Aku tak tahu apa yang
anak-anak itu lakuakan diluar sana
, mereka tetap saja percaya diri walau mereka tampak seperti badut. Terdengar
suara tawa beberapa anak dari luar ruangan. Sulit aku bayangkan akan terus
seperti ini selama tiga tahun. Bel berbunyi , tanda waktu bersenang-senang
mereka telah habis. Merekapun berhamburan memasuki ruang kelas.
Beberapa kakak angkatan masuk , satu mendapat
perhatianku kakak tersebut terlihat sangat keren. Badannya yang tinggi berpadu
dengan kulitnya yang berwarna coklat itu , senyumannya membuat sebuah lubang
disisi kanan wajahnya. Keren banget, ku cari letak badge namanya aku terus
menelusur seluruh tubuhnya. Aku dapat , aku menemukan nama orang itu , disitu.
Dibadge namanya tertulis “ D A V I N “ wauu , keren.
*Akhirnya penderitan ku berakhir barusan saja
terdengar bunyi bel. Salah satu murid memimpin do’a.
hhaahhh .. legaa.. aku
berjalan keluar dari gerbang sekolah yang belum berkesan bagiku wajahku tampak
ceria. Aku senang karena terlepas dari siksaan-siksaan para monster itu.
Aku mengeluarkan ponselku
dari dalam tas dan mulai mengetik sesuatu. Aku mencari name contact di
phonebook ponselku. Aku terus mencari , ketemu. Aku langsung mengirim pesan
singkat yang barusan ku ketik ke nomor tersebut.
Aku masih menunggu disis
kiri gerbang aku bergumam dalam hati. Mengapa ayahku lama sekali menjemputku.
Aku fikir ia akan tiba disini dalam waktu 15 menit karena rumahku tidak cukup
jauh dari sekolah bahkan terbilang dekat dibanding rumah anak-anak yang lain.
Aku mulai bosan menunggu, ayah ku lama sekali menjemputku. Mana sekolah sudai
mulai sepi. Huh , memang hari ini tidak ada keberuntungan.
Lama sekaliii .....
‘ ayah . mengapa lama sekali ? ‘ Tanya ku dalam hati.
‘ belum pulang ? ‘ Tanya seseorang dari belakang ,
suara nya asing ditelingaku lalu aku menoleh. Ya ampun ka Davin menegur ku mata
sipit nya menatapku.
‘ ahh belum . masih nunggu jemputan ka. ‘ jawabku
malu-malu
‘ sama kakak aja , bentar lagi gerbang ditutup lo
dek. ‘ ajaknya. Aku hampir saja pingsan tiba-tiba lidah ku menjadi kaku , aku
tegang sekali bagaimana in ? bagimana aku harus menjawab ajakannya?
‘ haahh , gak usak ka aku udah minta jemput kok.
Paling bentar lagi datang. ‘
Aku barusan bilang apa ?
ahh . bodohnya aku mengapa tidak aku terima saja ajakan kak Davin barusan.
‘ oooo . yia udah dehh. ‘ jawabnya singkat. Aku
bingung harus berkata apa lagi , sebelumnya aku tidak pernah segugup ini kalau
berhadapan dengan teman-teman cowo yang lain.
‘ kok . ngga pulang ?
nungguin siapa ? ‘ aku membuka obrolan lagi.
‘ apa ? ohh . iya nti kakak pulang kalau kamu udah
dijemput.
Kakak kan
nungguin kamu. ‘ ya ampun , aku hampir
saja meleleh mendengar kata-katanya barusan.
‘ hah kok gitu ? ‘
‘ iya , kasian kamu nanti nangis lagi kalau nungguin
disini sendirian. ‘
‘ enak aja ! ya ngga lah ! ‘ jawab ku agak menjerit
‘ hahaha , becanda aja dek dek. ‘ hmm , kak Davin
emang ganteng banget. Wajar aja kalau aku suka sama dia.
*Aku pulang. Wajahku tampak masam aku terpaksa
menarik perkataan ku yang menolak pulang bareng kak Davin , karena ayah tidak
menjemputku. Aku langsung menuju kekamar dan menjatuhkan tubuhku diranjang. Aku
masih ingat mimik muka kak Davin tadi J
akupun tertidur karena
lelah menjalani hari pertama orientasi ku.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari kedua
Aku merasa sangat percaya diri hari ini karena aku
yakin tidak akan ada kata hukuman seperti kemarin aku mulai berjalan menuju
kelas dan menebarkan senyum kesemua orang. Dan siap menjalani hari ini.
*Huh , sudah hampir pulang aku tak melihat kak Davin
, aku ingin sekali melihat wajahya walau dari kejauhan. Tapi sudah siang begini
aku masih saja tidak menemukan dia . huh. Tiba-tiba bel pulang menjerit , aku
lesu. Hari ini tidak ada sosok kak Davin yang menghiburku. Kemana perginya kak
Davin ya ? aku terus bertanya-tanya. Dan seorang murid memimpin do’a.
aku berjalan keluar
gerbang , aku masih mencari kak Davin. Siapa tahu aku bertemu dia , aku arahkan
pandangan ku ke sekeliling sekolah. Tetap saja aku tidak menemukan kak Davin.
Ahh . percuma saja !
Ayah sudah menunggu ku di
depan gerbang, aku berlari kecil menghampirinya.
‘ ayah nunggunya udah lama lo ya. ‘ gerutu ayah ku
‘ haha . maaf ayah ku sayang. ‘ jawabku tertawa.
Sesampainya aku dirumah
aku langsung mengganti pakaian , aku letakkan alat sekolah ku di atas ranjang
tidurku. Aku masih bingung karena ketidakhadiran kak Davin hari ini. Padahal
aku kira aku akan melakukan sedikit obrolan seperti kemarin. Ternyata... aku
salah jangan mau ngobrol bertemu saja tidak !.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari terakhir MOS.
Yes ! Besok aku akan mulai mengenakan seragam putih
abu-abu ku. Dan mulai besok juga aku akan lepas dari image anak SMP yang masih
lugu.
Hari ini , hari terakhir
masa orientasiku merupakan hari yang bersejarah bagiku karena hari ini hari
terakhir ku menggunakan seragam SMP ku. Hore , mulai besok aku bisa menjuluki
diriku remaja SMA , bukan anak SMP yang ingusan lagi.
*Bel berbunyi tawa anak-anak itu sedikit demi sedikit
mulai hilang mereka pun kembali kekelas mereka masing-masing dan mulai mengunci
mulutnya. Beberapa kakak angkatan yang tidak aku kenal memasuki kelas. Ternyata
mereka wakil dari berbagai ekstra kulikuler yang ada disekolah ini. Aku tidak
memperhatikan wajah mereka satu-persatu karena hanya satu yang aku perhatikan
dalam barian itu yaitu kak Davin. Pusat perhatian ku hanya tertuju pada kak
Davin yang super keren itu.
Bel istirahat menjerit ,
tampak beberapa kakak angkatan mengintip dari luar jendela , aku tidak mengenal
mereka mungkin salah satu dari mereka menyukai teman sekelasku. Dan itu bukan
urusanku , aku masih saja sibuk dengan buku coretan ku.
Suasana kelas hari ini
terdengar sedikit tenang hari ini kami sudah mulai belajar seperti murid
lainnya. Tidak lama kemudian bel pulang berbunyi sekelompok anak berlari keluar
kelas akupun termasuk dalam kelompok itu. Aku perhatikan jalan-jalan disekolah
ini , beberapa bagian disekolah ini masih berupa tanah merah. Adajuga yang
ditumbuhi rumput-rumput kecil sehingga terlihat sedikit hijau. Dari kejauhan ku
lihat kak Davin sedang mendorong motornya, dengan gesit aku rapikan rambut dan
seragam ku dan agak mempercepat jalanku agar dapat menghampiri kak Davin. Belum
sampai aku menghampirinya mesin motor kak Davin menyala dan ia mengendarai
motornya.
‘ ahh . sial ! ‘ gumamku dalam hati. Tiba-tiba aku
terjatuh.
‘ auuuuuuuu. ‘ aku menjerit dan menoleh , aku
pandangi wajah orang yang menabrakku. Aku tidak mengenali nya akupun beranjak
bangun dan pergi meninggalkan orang yang mencelakaiku itu ..
Hari ini memang
mengesalkan.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari pertama aku
menggunakan seragam SMA ku J
Disini ceritaku dimulai. Aku masih menunggu ayah
terbangun dan pergi mengantarku , aku bercermin aku tidak menyangka sekarang
aku adalah siswi SMA. Kata orang masa SMA adalah masa dimana kita mengenal
cinta aku tak tahu bagaimana rasanya jatuh cinta mungkin di SMa ini aku kan mulai bergaul dengan
yang namanya cinta.
Ku pandagi diriku
dicermin , aku perhatikan seragam baruku ini. Badge nama yang ditulis dengan
tulisan tegak bersambung menuliskan namaku dibadge itu tertulis nama “ Haya ”.
Ya ampun sudah sejauh ini aku bercerita aku lupa mngenalkan diriku , namaku
Haya aku seorang siswi SMA yang baru saja lulus dari SMP yang cukup punya nama
dikota ku. Walau itu bukan SMP terfavorit tapi setidaknya aku melewatkan tiga
tahun ku disana. Sekarang aku adalah gadis remaja yang berseragam putih abu-abu
bukan lagi anak SMP yang penuh dengan kenakalan. Disekolah baruku , aku akan
mualai melatih diriku menjadi benar-benar remaja yang dewasa.
‘ Haya , ayo berangkat ! ‘ jerit ayah dari luar pintu
yang berornamen jawa itu.
‘ iya yah , tunggu. ‘ jawabku sedikit melengking ,
akupun berlari menuju ayah yang menungguku diluar.
*Sampainya
aku disekolah aku langsung menuju kelas ku. Lalu aku meletakkan task u dibangku
, tiba-tiba seseorang datang dan dtersenyum padaku aku pun membalas senyumannya
itu kemudian ia menaruh tas nya disamping tempat dudukku.
‘ ahh . mangapa aku belum mendapat teman ? ‘ aku
menggerutu.
‘ kenapa ngga keluar ? ‘ Tanya seseorang yang membuat
ku kaget.
‘ ahh . engga males. ‘
‘ oh. ‘ jawabnya , lalu ia tersenyum lagi padaku
kulihat namanya.
‘ oh olin. ‘ kata ku dalam hati.
Bel istirahat berbunyi , seorang murid memimpin kami
untuk memberi salam kepada guru yang barusan mengajar kami.
Semua murid berlari
menuju kantin. Sementara aku terus menggoyangkan penaku di buku coretanku.
Aku masih duduk di dalam
kelas. Olin mendatangiku dan mengajakku kekantin , aku tidak mau menolak ajakan teman baruku ini.
Lalu kami berdua pergi kekantin , ketika aku dan Olin sedang berjalan kearah
kantin aku melihat tubuh tinggi kak Davin sedang berjalan membelah lapangan.
Tidak ada yang aku fikirkan saat itu kecuali mengikuti langkah si pangeran
tampan ku itu. Sangking tidak sadar , aku sampai hampir menabrak seseorang yang
berjalan berlawanan arah dengan ku. Shiittt !!!!.
Tapi , siapa yang aku
tabrak ini ? matilah aku , aku tidak berani mengangkat kepala ku.
‘ mmaaaafff. ‘ ucapku terbata-bata
‘ gak apa apa kok , ngga nabrak juga kan ? gak usah takut. ‘
‘ ahhhh. ‘ jawabku seraya mengangkat kepalaku, tapi
.. betapa terkejutnya aku saat aku mengetahiu bahwa orang yang di hadapanku ini
adalah orang yang mencelakaiku kemarin. Sebenarnya ingin sekali aku menarik
rambutnya , tapi dilihat dari cara dan gaya
berpakaiannya sepertinya di kakak kelas ku. Aku urungkan niat ku dan pergi
menjauhinya.
‘ kakak itu gimana ? ‘ ucap Olin saat aku sedang
membuka bungkus lollipop yang aku beli bersamanya barusan.
‘ hah ? maksudnya ? ‘
‘ haduhhh , ya apa pendapat kamu tentang kakak itu ?
‘ pertanyaan Olin membuat aku bingung , aku tidak mengerti apa tujuan dia
bertanya seperti itu padaku.
Belum sempat aku menjawab
pertanyaan Olin bel berbunyi , tandanya aku dan Olin harus menyudahi obrolan
kami tentang orang aneh itu. Syukurlah , akhirnya aku terbebas dari perrtanyaan
Olin tentang orang yang membuat ku jengkel itu.
*Barusan saja terdengar lengkingan suara bel yang
membuat telinga ku sedikit sakit. Seorang murid memimpin do’a. Aku langsung
bergegas keluar kelas dan mengahampiri ayah yang mungkin sedang menungguku
diluar. Aku merasakan getaran dari kantong saku ku , aku keluarkan ponselku
ternyata satu pesan dari nomor yang tidak aku kenal.
‘ siapa ? ‘ tanyaku dalam hati. Aku abaikan pesan itu
mungkin itu dari orang yang hanya iseng mengerjaiku saja aku terus kan langkahku menuju
pintu gerbang. Lalu ponselku bergetar lagi kali ini nomor itu menelfon ku.
Tidak ada niat sedikitpun untukku angkat telfon tersebut aku tidak perduli aku
abaikan saja orang yang tidak penting
ini. Aku terus berjalan tapi , sesampai nya aku di gerbang aku tidak melihat
ayah. Dimana ya ayah ? kok belum menjemputku ?
Aku masih menunggu di
depan gerbang aku lihat ayah sedang mengendarai motornya kearah ku. Akhirnya
aku dijemput juga.
Aku pulang , badan ku terasa berat sekali , mata ku
sayu sangking ngantuknya. Aku memasuki kamar dan langsung tertidur.
Belum nyenyak aku
tertidur ponsel ku berdering , nomor gila yang tadi itu mengirimkan pesan lagi.
Sebenarnya aku malas sekali untuk membalas pesan dari orang ini , tapi aku juga
tidak mau ia terus menganggu ku.
Aku mencoba membalas
pesan itu , aku mulai mengetik sesuatu lalu aku kirim ke nomor itu. Tidak
berapa lama dari itu nomor itu membalas pesan ku. Dipesan itu tertulis nama
FAJAR.
‘ haaahh ?? ‘ aku langsung terbangun dari tempat
tidur ku.
‘siapa Fajar ini ? kenapa bisa mempunyai nomor ku ? ‘
ucapku.
Aku masih terkejut karena
Fajar Fajar itu bisa dapat nomor ku , lalu Fajar menelfonku aku bingung aku tidak tahu apa yang harus aku
lakukan saat itu aku terus mencoba tidak mengangkat telfon darinya tapi , ia
terus menelfon dan menelfon . ahh , mau tidak mau aku harus mengangkat
telfonnya.
‘ halo. ‘
‘ halo , Haya ia ? ‘
‘ iya. ‘ jawabku singkat.
‘ ini kak Fajar , tahu kan ? ‘ pertanyannya sangat aneh , bagaimana
aku bisa tahu dia kalau aku hanya mengetahui namanya saja.
‘ Fajar mana ? knp bisa dapat nomor saya ? ‘
‘ Fajar kakak kelas kamu , kelas XII tahu ngga ? ‘
Tanya nya lagi.
‘ engga , emang ada yang namanya Fajar ? ‘ Tanya ku
ganti
‘ ada lahh , buktinya yang lagi nelfon kamu ini
namanya Fajar. ‘
‘ iya deng , aku lupa hha. ‘
‘ kamu temennya Olin ia ? Olin itu gimana ? ‘
‘ ngga gimana-gimana , ia biasa aja kok dia itu.
Kenapa kamu suka ia sama dia ? ‘
‘ annaa . engga ah , kalo kka suka sama dia ngapain
kka deketin Haya ? ‘
‘ emang aku mau dideketin kamu ? gr kamu ini ! ‘
‘ huh . ya udah deh .. ‘
‘ hahaha becanda aja lo ka. ‘
‘ ia ia , Olin itu pacarnya temen kkak lo dek. ‘
‘ ia tah ? siapa ? ‘
Pertanyaan ku belum
sempat terjawab kak Fajar , suara ibu terdengar melengking memanggil ku. Ahh
padahal aku masih ingin ngobrol dengan kak Fajar.
‘ dipanggil tu kamu , udahan dulu ya. ‘
‘ iya. ‘
Aku dan kak Fajar itu
mengakhiri obrolan kami di telfon , Fajar Fajar itu bisa membuat badmood ku
hilang. Ia terus membuat ku tertawa kecil , walau kami baru saja kenal tapi dia
bisa membuat kami seperti orang yang sudah lama berteman.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hari ini hari sebulan ku disekolah baruku , sudah
tiga minggu lebih juga aku mengenal sosok kak Fajar tapi sampai minggu ketiga
ini aku bekum mengetahui wajah dan bentuk orang yang ku panggil kak itu.
Aku tak mengerti mengapa
aku sangat malas jika aku sudah mendengar jeritan bel sekolah yang menandai
waktu istirahat datang , semua murid dikelas ku sangat antusias kalau udah
denger bunyi bel. Semua berbalap-balapan
menuju kantin.
‘ haaaaaaaaaaaayaaaaaaaaa ! ‘ jerit Olin dari luar
pintu kelasku , jeritannya memanggilku untuk mendatanginya.
‘ kenapa ? ‘
‘ itu tu yang namanya Fajar. ‘ Olin menunjuk kearah
segerombolan anak yang sedang tertawa itu.
‘ yang mana ? ‘
‘ yang bajunya dikeluarin itu ! ‘
hahh !! jadi kak Fajar
itu orang yang menabrakku waktu itu. Astaga , jadi selama ini aku dekat dengan
orang yang sangat aku benci. Aku mulai lemas , semua yang ku lihat mulai buram
lalu aku meninggalkan Olin didepan ruang kelasku sendiri.
*Sejak saat itu , aku mulai malas jika kak Fajar
sudah menelfon atau mengirimkan aku pesan , seringkali pesan atau telfonnya
tidak aku jawab. Bila mengingat-ingat tentang dia yang aku ingat hanya
kejelekan dia saja. Aku tak tahu mengapa aku tiba-tiba menjadi ilang feeling
sama dia.
Aku sudah tidak ingin
berhubungan lagi dengan dia. Beberapa kali kak Fajar menyakan kepada ku mengapa
aku berubah padanya , ia terus mengusikku. Aku tidak pernah menjawab pertanyaan
ka Fajar jika ia menyakan hal itu pada ku.
Sudah seminggu aku menjauhi kak Fajar , hari ini ia
terus menelfonku.
‘ ahh . kenapa sih dia engga bisa kalau ngga ganggu
aku ? ‘ gumamku.
Tiba-tiba ia mengirimkan
aku pesan , aku buka pesan itu dan membacanya
‘ kenapa kau ngga pernah balas pesan kakak ? apa kka
punya salah sama kamu
kamu udah
buat kka terlanjur sayang sama kamu . jangan giniin kka. ‘
Astaga ! apa yang telah
aku lakukan ? air mata ku menetes , mungkin aku tidak bisa membohongi perasaan
ku sendiri. Aku menyayangi kak Fajar. Tapi aku tidak bisa jika bersama nya. aku
membaca sekali lagi pesan itu , tangan ku bergetar aku menangis sejadi-jadinya
. layar ponsel ku berkedip , kak Fajar menelfon ku.
‘ halo. ‘
‘ halo. ‘
‘ jauhin aku ka ! ‘
‘ kenapa ? apa salah kalau kakak sayang sama kamu ?
kka ngga bisa jauhin kamu ngga akan pernah
bisa. Jangan
kayaginiin kka. Kka udah terlanjur sayang sama kamu. ‘
‘ apa susahnya jauhin aku ? ‘
‘ susah ! apa kamu gak ada rasa apa-apa sama kka ? ‘
‘ maaf. ‘ ucapku tersedu.
‘ maaf ? . ‘
‘ maafin aku yang udah buat kka sayang sama aku.
Maafin aku yang ngga bisa balas semua yang
kka rasa. Aku
....... ‘
Aku tidak mampu
melanjutkan kata-kata ku. Ini kali pertama aku menangis karna cowo. Saat ini
yang aku butuhkan hanya ketenangan. Kemudian aku putuskan telfon dari kak
Fajar. Air mataku tak dapat lagi ku bendung , tumpahan air mataku membahasi
layar ponsel ku. Aku merasa sangat bodoh , mengapa aku abaikan orang yang
selama ini sudah berharap padaku. Aku menyakiti perasaan orang yang
menyayangiku.
*Malam ini malam keempat aku dan kak Fajar berjauhan
, aku merasakan ada sesuatu yang pergi. Tidak ada lagi perhatian yang diberikan
kak Fajar untukku. Aku mengeluarkan buku coretan dari dalam tas ku. Ketika aku
mengangkat buku tersebut , aku melihat selembar kertas jatuh dari buku itu. Ku
jamah kertas itu , dan kulihat isinya, sebuah kertas lucek dengan berbagai
macam coretan. Aku perhatikan kertas itu , terdapat tulisan kecil yang
menuliskan nama seseorang. Dikertas itu tertulis Davin , oh ya aku lupa.
Bagaimana kabar kak Davin ya ? sudah lama aku tidak melihatnya , karena ruang
kelas ku dan kak Davin berjauhan jadi kami jarang bertemu. Lalu aku mulai
berfikir , apa aku juga memiliki perasaan yang sama ke kak Davin seperti
perasaan ku ke kak Fajar ? tapi mengapa aku tidak pernah merasa sedih kalau aku
tidak bertemu dengan kak Davin , tapi aku juga merasa senang dan nervous jika
berhadapan dengan kak Davin. Mengapa aku ini ?
aku terus berfikir tentang perasaan ku ke kak Davin
malam ini , tiba-tiba seseorang mengirimkan aku pesan. Buru-buru aku membukanya
, dan ... ternyata kak Fajar mengirimkan pesan untukku dia menanyakan kabarku.
Aku langsung meringis dengan cepat aku membalas pesan itu. Wajah ku terlihat
sumringah aku terus memandangi diriku dicermin , ini ya yang namanya jatuh
cinta ? aku menjadi salah tingkah sendiri. Aku merasa sangat happy malam ini.
Tak lama dari waktu pada saat aku membalas pesan kak Fajar , lalu ia menelfon
ku. Ku layangkan jempolku kearah keypad ku dan menjawab telfon dari kak Fajar.
‘ halo. ‘
‘ ehm. Halo. ‘
‘ iya ka .. ‘
‘ apa kabar kamu ? udah lama ya kita ngga ngobrol. ‘
‘ ahh. Iya baik kok . kka ? ia udah hampir lima hari kita ngga
ngobrol. ‘
‘ baik juga kok. Iya udah 96 jam kita ngga ngobrol. ‘
‘ iyatah ? cermat amat ka ? ‘
‘ iya dong , ehh kamu udah gak mau jauhin kka lagi kan ? ‘
‘ hha , iya udah ngga lagi kok. Maaf ya yang waktu
itu. ‘
‘ ia , gak apa apa kok adek .. ‘
Sangking lamanya aku
berbincang dengan kak Fajar sampai aku tidak tahu lagi apa yang akan aku
katakan padanya. Sesaat aku dan kak Fajar saling berdiam-diaman. Kemudian kak
Fajar membuka obrolan lagi.
‘ dek . kamu mau ngga kalau misal jadi pacar kka ? ‘
‘ hah ? ‘ tanyaku belaga` blo`on.
‘ ia kamu mau ..................... ‘
telfonnya terputus
mungkin pulsa kak Fajar habis. Aku menunggu dia mengirim aku pesan , tapi ia
tidak melakukan itu. Huh , mungkin memang dia benar-benar kehabisan pulsa L
Aku kesiangan ! karena menunggu pesan dari kak Fajar
semalam aku jadi tidur kemalaman , haduh aku sangat teledor. Aku terus melihat
kearah jam , dari luar terdengar suara ibu sedang berkicau gara-gara aku bangun
kesiangan. Sementara ayah sudah menungguku diluar. Aku berlari menuju ayah yang
mengeleng-gelengkan kepalanya karna melihat kelakuan ku.
‘ dasar kamu , makanya kalau tidur jangan kayak sapi
! ‘ ucap ayah seraya menghidupkan mesin motornya. Aku tidak memperdulikan itu
aku langsung menaiki motor ayah dan menyuruh ayah cepat mengantar ku kesekolah
karna sebentar lagi gerbang akan ditutup.
Sesampai nya aku
disekolah aku langsung berlari menuju kelas ku yang terbilang jauh dari pintu
gerbang. Huh . bodohnya aku !
‘ untung kamu ngga telat. ‘ ucap temanku.
‘ hha. Olin mana ? ‘ tanyaku pada Tiwi
‘ ngga tahu , ngga masuuk kya nya. ‘
huh , oh ya aku lupa
sekarang aku sudah memiliki teman-teman selain Olin , kami sering melakukan hal
bersama-sama. Aku sangat menyayangi mereka berempat ( Olin , Tiwi , Andin sama Fatya
)
Aku kurang menikmati
pelajaran hari ini tubuhku terasa sangat lemas , mungkin sudah lebih dari lima kali aku menguap
karna mengantuk. Hahh, kapan pelajaran ini berakhir aku ingin mendengar
nyanyian nyaring bunyi bel yang menandakan bahwa guru ini harus cepat-cepat
keluar dari kelasku.
‘ tadi pagi kamu dicariin Fajar. ‘ Tiwi membuat rasa
kantuk ku hilang , ia barusan berkata bahwa pagi ini kak Fajar mencariku.
‘ ia tah ? kok tahu kamu ? ‘
‘ is. Ia tahulah orang dia nanya nya sama aku geh. ‘
‘ oh. ‘
Senyumku langsung melebar
, ntah apa yang sedang aku rasakan sekarang ? aku merasa sangat senang saat
mengetahui bahwa kak Fajar mencariku pagi ini. Dan bodohnya aku mengapa aku
tidak berangkat lebih pagi agar bisa menemui nya. Ini semua gara-gara aku tidur
kemalaman dan bangun kesiangan.
*TETTTT !!!
Yess , istirahat ! aku
berharap kak Fajar menemui ku dan kembali mengulang pertanyaannya semalam. Aku
terus menunggu kak Fajar dikelas , tiba-tiba Andin mendatangi ku.
‘ kekantin yok ya ? ’ ajak Andin.
‘ engga ah , males lo ndin. Ajak yang lain aja. ‘
‘ yang lain udah dikantin semua. ‘ ucap Andin sambil
mengerutkan alisnya.
‘ ya udah. Ayok ! ‘
aku dan Andin berjalan
menuju kantin , sesampainya aku dan Andin dikantin aku melihat rombongan kak
Fajar sedang berada didalam kantin itu juga. Mati aku ! aku langsung menarik
tangan Andin dan mengajaknya pergi dari kantin itu.
‘ kenapa lagi sih ? ‘ Tanya Andin bingung.
‘ males lah , ada Fajar disitu. Malu akunya. ‘
‘ halahhh , padahal aku ini lapar betul lo. ‘ Andin
mengelus-elus perutnya , aku jadi tidak enak padanya gara-gara aku. Ia harus
menunda laparnya , huhh dasar aku ini.
‘ maaf iya ndin , jadi ngga enak akunya. ‘
‘ iya ngaa apa apa kok. ‘
Andin emang teman aku
yang paling sabar. Ia jarang marah. Kemudian aku dan Andin masuk kelas dan
duduk dibangku masing-masing. Aku mendengar tawa beberapa anak dari luar
jendela kelas ku. Tawaannya nyaring sekali sampai-sampai aku jadi tidak konsen
menulis cerita dibuku coretanku. Siapa
sih ? bahagia amat kayaknya hidup mereka itu. Fatya dan Tiwi baru saja pulang
dari wisata kuliner mereka , mereka terlihat bersemangat karena habis melahap
semua jajanan dikantin. Sedangkan Andin terlihat bersungut-sungut karena
kelaparan.
Sesaat sehabis Tiwi dan Fatya kembali kekelas
terdengar bunyi bel dari utara kelasku. Kak Fajar tidak menemuiku , padahal aku
kira ia akan menyatakan cinta padaku. Ahh , aku menjadi malas lagi untuk
belajar.
*barusan saja bel berdering , akhirnya pulang juga.
Aku sangat tidak bersemangat hari ini , yang semua aku bayangkan tidak terjadi
dihari ini. Mungkin besok atau besoknya atau besoknya atau mungkin besok-besoknya
lagi pengaharapan ku itu akan terjadi. Aku berjalan menuju gerbang , aku
melihat ayah sedang menungguku sepertinya ia sudah lama menunggu anaknya ini.
Sampai juga akhirnya
dirumah , aku langsung mengganti pakaian ku dan memanjakan diriku dikasur. Lelahnya
....
.......................................
‘ Haya , masih bisa bangun engga kira-kira ? ‘ jerit
ibu
‘ iya , ini udah bangun lo. ‘
Hooammmmm , aku masih
ngantuk dan belum mau beranjak dari kasurku. Aku mencari-cari dimana letak
ponselku. Aku mengambil ponselku yang ku taruh dibawah bantalku kau melihat
ternyata aku memiliki empat pesan baru di inbox-ku. Aku langsung membukanya dan
empat-empatnya semua dari kak Fajar. Kak Fajar sampai tiga kali mengirimi ku
pesan karena aku tidak membalas pesan yang dikirimnya pertama kali.
Ahh , tapi aku malas
sekali untuk beranjak dari tempat tidur. Aku terpaksa bangun dan berjalan
keluar kamar , aku masih saja mendengar ibuku berkicau tidak jelas aku tidak
memperdulikannya dan pergi mandi.
Malam ini , malam yamg mendung kupandangi langit dari
jendela kamarku tidak tampak satu bintang pun dilangit malam ini. Aku menoleh
kearah jam , sudah hampir jam tujuh malam. Malam minggu yang membosankan , aku
mulai berfikir betapa malangnya aku yang hampir 15 tahun melewati malam minggu
tanpa seorang “ pacar “. Pacar ? apa-apaan aku ini , pasti ibu dan ayah akan
marah jika mereka tahu bahwa anak mereka ini sedang mendambakan seorang pacar.
Ayah tidak pernah mengizinkan aku untuk bergaul terlalu bebas dengan teman
laki-laki ku baik yang disekolah maupun yang diluar sekolah. Tapi , bagaimana
jika aku tidak mendapat-dapat pacar sampai aku menjadi perawan tua. Haaaaaaaah
.........
.......................................
Pagi yang cerah, aku baru terbangun dari tidurku dan
langsung menuju kamar mandi. Hari ini hari minggu pasri ibu sudah membuatkan
daftar pekerjaanku hari ini. Aku sangat
malas jika hari minggu sudah tiba.
‘ Haya , ibu mau pergi sama ayah kamu jangan main
kemana-mana iya ! ‘
‘ iyaaaaaaaaaa. ‘ jawabku.
Kemudian ayah dan ibu
pergi meninggalkan aku sendirian dirumah. Sangat menyebalkan harus menjaga
rumah disaat anak-anak lain sedang asik berjalan dengan teman-teman atau
pacarnya.
Jarum jam menunjuk angka sepuluh , aku hanya
termenung diruang tengah ku sambil menonton acara yang sebernarnya tidak aku
sukai. Suara ponselku membubarkan lamunan ku. Mana ? mana ponselku , deringnya
seperti dering panggilan , aku mengambil ponselku yang terjatuh dibawah kursi.
‘ halo. ‘
‘ halo. Haya. ‘
‘ siapa ini ? ‘
‘ ya ampun , ini kak Fajar lo ya. ‘
hore , akhirnya dia
menelfonku juga ...
‘ ohh . hha. ‘
‘ ehm , dek soal yang waktu itu gimana ?
apa jawaban
kamu ? ‘
‘ apanya ? ’
‘ yang itu loh , lupa tah ? ‘
‘ oh . iya inget kok. ‘
‘ terus ? gimana , mau gak kamu ? ‘
‘ hha. Iyya udah sekarang aku cewe kamu ka. ‘
‘ makasih dek. ‘
Ya ampun , sekarang aku sudah memiliki pacar ? apa
iya aku sudah memiliki pacar ? bagaimana jika ayah dan ibu tahu tentang hari
ini ? ahh, aku pasti bisa meyakinkan mereka bahwa ini hal yang wajar. Aku dan
kak Fajar masih berbincang ditelfon , aku melihat kearah jam , jam 10
: 23
10:23
and Fajar is mine Date : 17o8o9
10 : 23 am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar